PASCALAUBIER – Bulan Ramadan adalah saat yang istimewa bagi umat Muslim di seluruh dunia, di mana mereka menjalankan ibadah puasa dari terbit fajar hingga matahari terbenam. Durasi puasa bervariasi di setiap negara tergantung pada lokasi geografis dan waktu terbit serta terbenamnya matahari. Berikut ini adalah daftar negara-negara dengan waktu puasa tercepat dan terlama di dunia.

Negara dengan Waktu Puasa Tercepat

  1. Argentina
    Di Buenos Aires, Argentina, umat Muslim menjalankan puasa selama sekitar 11 hingga 12 jam sehari. Waktu puasa yang relatif singkat ini menjadikan Argentina sebagai salah satu negara dengan durasi puasa tercepat.
  2. Chili
    Di Santiago, Chili, durasi puasa juga berkisar antara 11 hingga 12 jam, mirip dengan di Argentina. Ini memberikan keleluasaan bagi umat Muslim di sana untuk menjalankan aktivitas harian mereka dengan lebih mudah.
  3. Afrika Selatan
    Di Cape Town, umat Muslim menjalankan puasa sekitar 12 jam sehari selama bulan Ramadan. Meskipun lebih lama dibandingkan dengan Argentina dan Chili, durasi ini masih termasuk yang tercepat di dunia.

Negara dengan Waktu Puasa Terlama

  1. Norwegia
    Di kota-kota seperti Tromsø, umat Muslim dapat berpuasa hingga 18 hingga 20 jam sehari. Ini disebabkan oleh posisi geografis Norwegia yang berada di dekat Lingkaran Arktik, di mana matahari terbenam sangat lambat.
  2. Islandia
    Di Reykjavik, durasi puasa bisa mencapai 19 hingga 20 jam sehari. Walaupun tantangan ini cukup berat, umat Muslim di Islandia tetap menjalankan puasa dengan penuh semangat dan kesabaran.
  3. Swedia
    Di Stockholm, umat Muslim menjalankan puasa sekitar 18 hingga 19 jam sehari. Seperti di Norwegia dan Islandia, durasi puasa yang panjang ini terjadi selama musim semi dan musim panas ketika hari lebih panjang.

Menghadapi Tantangan Durasi Puasa

Umat Muslim di negara-negara dengan durasi puasa terlama sering kali harus menghadapi tantangan fisik dan mental. Namun, banyak dari mereka yang berhasil dengan dukungan komunitas dan penyesuaian pola makan serta istirahat yang tepat. Sebaliknya, di negara-negara dengan durasi puasa yang lebih singkat, umat Muslim memiliki waktu lebih banyak untuk beribadah dan berkumpul bersama keluarga.

Kesimpulan

Setiap negara memiliki tantangan dan keunikan tersendiri dalam menjalankan ibadah puasa. Baik di negara dengan waktu puasa tercepat maupun terlama, umat Muslim tetap berusaha menjalankan ibadah ini dengan penuh keikhlasan dan ketulusan. Semoga informasi ini dapat memberikan gambaran tentang variasi durasi puasa di berbagai belahan dunia dan menambah pengetahuan kita akan keberagaman umat Muslim di seluruh penjuru bumi.